Welcome to Visit Site Radar Walak Papua Network

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label National Liberation Army of West Papua. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label National Liberation Army of West Papua. Tampilkan semua postingan

TPN-OPM BERTANGGUNGJAWAB ATAS PENEMBAKAN TERHADAP 13 ANGGOTA TNI DI SINAK DAN 2 ANGGOTA TNI DI TINGGINAMBUT PUNCAK JAYA PAPUA

Written By Unknown on Minggu, 24 November 2013 | 11/24/2013 02:13:00 AM

TPN-OPM BERTANGGUNGJAWAB ATAS PENEMBAKAN TERHADAP 13 ANGGOTA TNI DI SINAK DAN 2 ANGGOTA TNI DI TINGGINAMBUT PUNCAK JAYA PAPUA


Papua - TPN-OPM Tembak 13 Anggota TNI Pada Kamis 21 Februari 2013 di Sinak, dan Dua Anggota TNI di Tingginambut, Puncak Jaya Papua
Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM), Menembak  mati 13 Anggota TNI dari Koranmil Sinak, Kodim 1714/Puncak Jaya di Kampung Tanggulinik, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak Jaya, (Kamis 21/2/2013) pukul 10.30 wp kemarin.
Tigabelas anggota TNI yang berhasil ditembak mati leh TPN di Sinak adalah saat menuju Bandara Sinak untuk mengambil radio dari Nabire.
Tigabelas TNI yang tewas  diantaranya: Sertu Udin, Sertu Frans, Sertu Romadhon, Pratu Mustofa, Sertu Edy, Praka Jojon, Praka Wempi dan enam lainnya belum diketahui identitas.
Beberapa Surat kabar maupun Tv dikabarkan bahwa TPN-OPM tembak 8 anggota TNI di Puncak Jaya adalah penipuan. Hal dikatakan oleh salah satu anggota TPN saat melaporkan peristiwa tersebut kepada admin WPNLA, dari dataran tinggi setelah ia mendapatkan signal jaringan telkomsel, melalui telepon selulernya. Bahwa “kami tembak anggota TNI di Sinak 13  orang dan di Tingginambut 2 anggota TNI”.   Ditanya terkait, penembakan di Sinak dan  di Tingginambut atas Komando siapa? “ ya kami tembak TNI di Sinak dan  di Tingginambut atas perintah Panglima Tinggi TPN-OPM Gen. Goliath Tabuni” kata anggota TPN yang namanya tidak mau dipublikasi itu.
Dua anggota TNI yang dibakarkan ditembak oleh TPN-OPM  di distrik Tingginambut Kampung Guragi, Kabupaten Punjak Jaya pada (Kamis 22/2/2013), pukul 09.00 wp adalah Satgas TNI atas nama Pratu Wahyu Bowo tewas dengan luka tembak di bagian dada dan leher. Satunya, korban luka-luka Danpos Satgas atas nama Lettu Inf Reza yang tertembak di lengan bagian kiri.
Informasi terkait juga dilaporkan oleh salah satu warga di Mulia kota Kabupaten Puncak Jaya. Ditanya, bagaimana proses evakuasi mayat anggota TNI? “Korban dari Tingginambut sedang dirawat RS di Mulia. Korban luka para masih koma, pasti akan meninggal. Pagi ini 13 kantong mayat dikirim dari Sinak ke Mulia  untuk dievakuasi ke Jayapura, ujarnya.
Tambahan dari sumber yang diwawancarai Admin WPNLA via telpon seluler. mengatakan bahwa situasi sementara di Mulia “ saat inipun kami tidak aman di kota disini kami takut, lebih para lagi masyarakat di Tingginambut dan Sinak mereka semua mengungsi ke hutan. Karena, TNI, Brimob sedang kejar TPN-OPM, jadi semua masyarakat takut lari ke hutan”, kata seorang warga di Mulia.
Selanjutnya, Salah satu anggota TPN yang melaporkan peristiwa kepada Admin WPNLA mengatakan bahwa, “Komandan Murib bilang kalau anggota TNI dan BRIMOB berusaha kejar kami, berarti kami siap tembak dan pasukan TPN-OPM tidak akan mundur, TPN akan bertahan terus dan lawan TNI/POLRI”, pungkasnya.
Kata sumber, “Komandan Murib” artinya yang mengatakan “Komandan Operasi Lekagak Gemanus Telenggen.  Tambah sumber lagi, “pagi ini kami tembak pilot helicopter dari gunung”.  Helicopter yang kami tembak adalah milik TNI, saat melakukan evakuasi korban tersebut.
Namun karena, TPN-OPM tembak Pilot Helikopter, sehingga tidak jadi evakuasi melalui udarah menggunakan helicopter, maka helicopter tersebut kembali ke Mulia.
Penembakan 15 Anggota TNI kali ini merupakan, Sikap Panglima Tinggi TPN-OPM Gen.Goliath Tabuni, bahwa berdasarkan dirinya dilantik menjadi Panglima Tinggi TPN-OPM pada 11 Desember 2012 di Tingginambut.
Dalam pidatonya “ saya diangkat sebagai panglima tinggi TPN-OPM sesuai hasil Konferensi Tingkat Tinggi TPN-OPM di Biak pada 1-5 Mei 2012, dan siap memimpin TPN-OPM  serta siap melaksanakan Revolusi Tahapan ataupun  Revolusi Total guna memperoleh Hak Politik Menentukan Nasib Sendiri (Self Determination) bagi Bangsa dan Rakyat Papua Barat.
Sesuai Resolusi KTT TPN-OPM di Biak, saya sebagai Panglima Tinggi TPN-OPM siap bertanggungjawab dan Siap lakukan revolusi tahapan dan akan dilanjutkan dengan Revolusi total, sambil mengatur dan membenahi structural TPN-OPM sesuai standar Internasional.
Notes:
TPN-OPM anggap bahwa semua orang Indonesia yang telah dan sedang cari makan dan mencuri kekayaan orang asli Papua adalah penjajah dan Musuh Rakyat bangsa Papua Barat. Dengan dasar itu, TPN-OPM siap membersihkan secara menyeluruh dari tanah leluhur bangsa Papua.
TPN-OPM juga memperingatkan kepada orang Melayu Indonesia yang ada di Papua segera gulung Tikat dan pulang kampung, karena TPN-OPM siap melaksanakan Revolusi Tahapan dan Revolusi Total.
Demikian pernyataan TPN-OPM atas insiden penembakan terhadap anggota TNI/POLRI oleh TPN-OPM dibawah Comando Gen. Goliath Naman Tabuni. Terima kasih atas perhatian Anda.


TPN PB - WPNCLA Serang Pasukan TNI Sebanyak Dua Ronde

Written By MELANESIA POST on Selasa, 19 November 2013 | 11/19/2013 05:41:00 AM

TPN PB - WPNCLA Serang Pasukan TNI Sebanyak Dua Ronde Kamis, 21 Februari 2013 - 13:31 

SPECIAL OPERATION COMMANDO TPN PB - WPNCLA
Jayapura, Seruu.Com - Baku tembak antara Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) dengan pasukan TNI Tingginambut di Puncak Jaya, Papua, Kamis (21/2/2013) pagi, menewaskan sedikitnya Lima prajurit. Berita Terkait Lagi, Seorang Sopir Angkot Tewas Ditambak di Papua Sabtu, 21 September 2013 - 15:15 Penembakan di Papua, Dua Korban dirawat di RSUD Jayapura Jumat, 2 Agustus 2013 - 10:20 Mobil Ambulance Dihujani Tembakan di Papua, Satu Orang Tewas Rabu, 31 Juli 2013 - 20:15 Polisi Masih Buru Pelaku Penyerangan TNI di Papua Kamis, 27 Juni 2013 - 03:15 Berdasarkan informasi yang dihimpun Seruu.Com, baku tembak ini dilakukan sebanyak dua kali. Serangan pertama terjadi di Pos TNI di Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, Papua. Satu jam berikutnya, atau sekitar pukul 10.30 WIT, kelompok bersenjata menghadang rombongan anggota TNI di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak Papua. Penyerangan dilakukan sekitar pukul 09.30 WIT. Penyerangan itu mengakibatkan Lettu Reza terkena di lengan dan Pratu Wahyu Wibowo tertembak di dada dan meninggal. Penembakan dilakukan dari jarak 300 meter di ketinggian depan Pos TNI. Dandim 1714 Puncak Jaya, Letkol Jo Simbiring membenarkan insiden penembakan tersebut. Namum, dia tidak memerinci kronologisnya. “Ya memang ada penembakan, dan pengejaran kami lakukan,” ujarnya singkat ketika dikonfirmasi, Kamis pagi. Kapendam XVII Cenderawasih Letkol Jansen Simanjuntak mengatakan aksi penghadangan di Sinak menewaskan empat prajurit TNI. Mereka adalah Sertu M Udin, Sertu Frans (anggota Koramil Sinak), Sertu Ramadhan serta Pratu Mustofa (anggota Yonif 753 AVT Nabire). "Empat anggota itu dari Sinak dan hendak menuju Lapangan Terbang Ilaga yang jaraknya 3 kilometer. Tujuan mereka mau mengambil peralatan komunikasi yang dikirim dari Kodim 1714. Mereka dihadang di tanjakan jalan, dengan cara ditembaki dari atas bukit," terang Jansen. Hingga berita ini diturunkan masih terjadi kontak tembak. Aparat dari pos TNI dan pos Brimob yang berjarak kurang lebih 15 meter, terus membalas tembakan dari anggota TPN-OPM. [ksr] - See more at: http://city.seruu.com/read/2013/02/21/147867/opm-serang-pasukan-tni-sebanyak-dua-kali#sthash.W9USLg5N.dpuf

Laporan : Bocoran Biodata Agen KOPASSUS di Port Numbay

Written By MELANESIA POST on Senin, 18 November 2013 | 11/18/2013 04:13:00 AM

Laporan : Bocoran Biodata Agen KOPASSUS di Port Numbay

Free West Papua
Laporanyang berupa bocoran informasi Biodata Agen ini dibuat oleh Satuan Tugas Bantuan 5 Kopassus Pos I di Wilayah Kotaraja dan Abepura, Port Numbay. Daftar nama yang tercantum dalam laporan ini adalah mereka-mereka yang selalu memantau dan menginformasikan setiap aktivitas yang dilakukan oleh organisasi perlawanan di Papua yang berkaitan dengan Perjuangan Papua Merdeka kepada pihak Kopassus. Sehingga, kepada barang siapa yang mengetahui keberadaan orang-orang didalam Daftar Biodata Agen Kopassus ini untuk menginformasikan kepada mereka untuk berhati-hati. Semoga informasi ini dapat membantu kita untuk waspada dalam setiap aktivitas perjuangan dari pantauan musuh. Sekitan untuk saat ini, akan dikeluarkan "Daftar Agen" lain dalam waktu dekat.

SATGAS BAN – 5 / KOPASSUS
POS I / KOTARAJA
DAFTAR NAMA BIODATA AGEN
1.         NAMA : ABDUL M SYARIF
UMUR : 23 TAHUN
JENIS KELAMIN : LAKI-LAKI
ASAL DAERAH : BIAK
            PEKERJAAN : SWASTA
            AGAMA : ISLAM
STATUS : BUJANGAN
ISTRI : -
            ANAK : -
            ALAMAT : FURIA INDAH , KOTARAJA JALUR 6, RW X, RT 06.
            NO TELP : 085244705729
Catatan: Agen tersebut sangat potensial untuk mengikuti semu kegiatan dari Markus Haluk dan Buktar Tabuni.
2.          NAMA : IMRAN
             UMUR : 36 TAHUN
             JENIS KELAMIN : LAKI-LAKI
ASAL DAERAH : MAKASAR
            PEKERJAAN : WARTAWAN
            AGAMA : ISLAM
            STATUS : K - 03
ISTRI : CICA
            ANAK : 3 ORANG, ( MIFTAH, IYEM, FAIS )
            ALAMAT : PERUMAHAN PUSKOPAD , KOTARAJA DALAM.
NO TELP : 081344568777 
Catatan : Agen tersebut potensial dalam memberikan informasi daripada kelompok GSP/B.
3.          NAMA : JOHN MORRING
             UMUR : 23 TAHUN
             JENIS KELAMIN : LAKI-LAKI
 ASAL DAERAH : PADANG BULAN, ABEPURA
             PEKERJAAN : MAHASISWA
             AGAMA : KRISTEN
             STATUS : K - 01
 ISTRI :
             ANAK : 1 ORANG,
             ALAMAT : PERUMAHAN PUSKOPAD , KOTARAJA DALAM.
             NO TELP : 085254258871
Catatan: Agen tersebut potensial dalam memberikan informasi tentang gerakan daripada mahasiswa kampus.
4.         NAMA : ALFIUS
            UMUR : 31 TAHUN
            JENIS KELAMIN : LAKI-LAKI
ASAL DAERAH : ENTROP
            PEKERJAAN : WARTAWAN PACIFIK POST
            AGAMA : KRISTEN
            STATUS : K - 01
            ISTRI :
            ANAK : 1 ORANG,
            ALAMAT : Perumahan Bucen II, Entrop
            NO TELP : 085244491641
Catatan : Agen tersebut potensial dalam memberikan informasi tentang kegiatan-kegiatan jumpa pers dan demonstrasi-demonstrasi.
5.          NAMA : BUDIMAN
             UMUR : 25 TAHUN
             JENIS KELAMIN : LAKI-LAKI
 ASAL DAERAH : MAKASAR
             PEKERJAAN : SOPIR RENTAL PRIMA
             STATUS : BUJANGAN
             ISTRI : -
             ANAK : -
            ALAMAT : KOMPLEK BTN BAWAH, TANAH HITAM-ABEPURA.
NO TELP : 081344304011
Catatan : Agen tersebut sering menginformasikan kalau ada kelompok GSP yang menyewa mobil rental dan membicarakan tentang “M”.
6.          NAMA : CAHYO
             UMUR : 27 TAHUN
             JENIS KELAMIN : LAKI-LAKI
             ASAL DAERAH : PONOROGO, JATIM
             PEKERJAAN : KARYAWAN KONTER FLORENS
             STATUS : K-01
             ISTRI : ATIK
            ANAK : 1 ORANG (TESSA)
            ALAMAT : KOMPLEK BTN ATAS, TANAH HITAM-ABEPURA.
            NO TELP : 081344444419
Catatan : Agen tersebut sering membatu dalam hal pemberian nomor-nomor HP pembeli pulsa.
7.          NAMA : RUDI
             UMUR : 36 TAHUN
             JENIS KELAMIN : LAKI-LAKI
             ASAL DAERAH : KAMKEY, ABEPURA
             PEKERJAAN : PEGAWAI KEJAKSAAN
             STATUS : K-04
             ISTRI : -
            ANAK : 4 ORANG (HERU, OTONG, DESI,SOMAIL)
            ALAMAT : PERUMAHAN RUMAH SAKIT JIWA, KAMKEY TANAH HITAM, ABEPURA.
            NO TELP : 085254405356, (0967)586642
Catatan : Agen tersebut sering menginformasikan jikalau ada kejadian-kejadian yang sedang terjadi di sekitaran daerah Kotaraja dan sekitarnya.
8.         NAMA : EKO TEGUH IRIANTO
            UMUR : 25 TAHUN
            JENIS KELAMIN : LAKI-LAKI
            ASAL DAERAH : PATI
            PEKERJAAN : OJEK
            STATUS : K-01
            ISTRI : SUSMIATI
            ANAK : 1 ORANG (Y)NI KARTIKASARI)
            ALAMAT : KONTRAKAN DI PASAR LAMA, JALAN BARU TANAH HITAM, ABEPURA.
            NO TELP : 081344357197
Catatan : Agen tersebut sering memberikan informasi jikalau ada kejadian dan kegiatan yang ada di daerah Kotaraja dan sekitarnya.
9.          NAMA : IBU MASNI
             UMUR : 38 TAHUN
             JENIS KELAMIN : PEREMPUAN
             ASAL DAERAH : AMBON
             PEKERJAAN : KETUA SEKSI SENI DAN BUDAYA DISTRIK-ABEPURA.
            STATUS : K-02
            ISTRI : -
            ANAK : 2 ORANG
            ALAMAT : KOMPLEK BTN ATAS TANAH HITAM, ABEPURA.
            NO TELP : 08124882362
Catatan : Agen tersebut sering memberikan informasi jikalau ada kejadian dan kegiatan yang ada di daerah Kotaraja dan sekitarnya.
10.        NAMA : NAINGGOLAN
             UMUR : 38 TAHUN
             JENIS KELAMIN : LAKI-LAKI
             ASAL DAERAH : MEDAN
             PEKERJAAN : PEGAWAI PEMDA PAPUA.
             STATUS : K-02
             ISTRI : -
            ANAK : 2 ORANG (NIKO DAN HELENA)
            ALAMAT : KOMPLEK BINA MARGA TANAH HITAM, ABEPURA.
            NO TELP : 081344714063
Catatan : Agen tersebut sering memberikan informasi jikalau ada kejadian dan kegiatan yang ada di daerah Kotaraja dan sekitarnya.
Kotaraja, Oktober 2008
DAN POS
NUR WAHYUDI
LETTU INF NRP11010047840180

PERNYATAAN RESMI TPN-OPM PAPUA BARAT

Written By MELANESIA POST on Sabtu, 16 November 2013 | 11/16/2013 05:59:00 AM

PERNYATAAN RESMI TPN-OPM PAPUA BARAT 

PERNYATAAN RESMI TPN-OPM PAPUA BARAT
SALAM REVOLUSI PEMBEBASAN
A. Pengantar

Edudanews--Puji syukur bagi-Mu Tuhan Perisai Bangsa Papua Barat. Atas perintah Roh Kusus dari kerajaan Tuhan Jesus TPN-OPM dalam Negeri Papua Barat dari MABES Tingginambut, Puncakjaya Papua, dibawah pimpinan Gen.Goliath Tabuni atas nama Bangsa Papua Barat dengan tegas mengeluarkan pernyataan resmi kepada: “Perserikatan Bangsa-Bangsa, Pemerintah Amerika Serikat, Pemerintah Kerajaan Belanda, Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah-Pemerintah Negara Anggota PBB di Seluruh Dunia”, dengan Argumentasi yang mendasar dan sangat rasional.


B. Dasar Hukum Perjuangan TPN-OPM Papua Barat
  • Bahwa, berdasarkan kejadian pasal 1 ayat 1-31, maka tanah Papua dengan segalah isinya adalah Tuhan menciptakan sebagai hak waris bangsa Papua Barat, bukan untuk bangsa-bangsa lain di muka bumi;
  • Bahwa, berdasarkan keluaran pasal 2 ayat 11 dan 12, maka TPN-OPM telah dan sedang berjuang untuk memebebaskan umat Tuhan (Bangsa Papua Barat ) dari “ Cengkraman, Perbudakan, Pembunuhan, Pemerkosaan, perampasan, penculikan, penangkapan, penahanan, pemiskinan, pemarsjinalan serta pemusnahan, yang telah dan sedang lakukan oleh bangsa colonial Republik Indonesia;
  • Bahwa, selanjutnya berdasarkan keluaran pasal 23 ayat 1-13, maka hak-hak asasi bangsa Papua Barat harus dan wajib dihargai oleh siapapun manusia di muka bumi, dan dengan tegas stop dirampas;
  • Bahwa, berdasarkan (Declarasi Perserikatan Bangsa-Bangsa) atas hak-hak asasi manusia (The United Nations Universal Declaration of Human Rights)”, yang telah diterima dan disahkan dalam Sidang Majelis Umum PBB pada tanggal 10 Desember 1948, maka hak-hak asasi bangsa Papua Barat harus dan wajib dihormatinya;
  • Bahwa, berdasarkan, pasal 1 ayat 1,2 dan ayat 3 Kovenan Internasional atas Hak-Hak Sipil dan Politik (International Covenan on Civil and Political Rights),” yang telah diterima dan disahkan dalam Sidang Majelis Umum PBB pada tanggal 16 Desember 1966, maka bangsa Papua Barat mempunyai hak untuk Menentukan Nasib Sendiri (Self-Determination) melalui sebuah REFERENDUM yang demokratis, bermartabat serta berwibawa sesuai standar hukum Internasional;
  • Bahwa, selanjutnya berdasarkan, hak penentuan nasib sendiri (Self-Determination),” yang dapat dijelaskan pada poin ke lima datas, maka Perserikatan Bangsa-Bangsa dapat mempertegas lagi dalam Deklarasi PBB atas hak-hak Masyarakat Adat Pribumi (The United Nations Declaration on the Rights of Indigenous People), yang telah diterima dan disahkan pada tanggal 13 September 2007 dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mana dapat ditegaskan pada pasal 3 dalam deklarasi ini;
  • Bahwa, berdasarkan keenam poin pada bagian dasar hukum perjuangan TPN-OPM dan dapat diuraikan diatas, maka TPN-OPM telah dan sedang memperjuangkan hak-hak dasar bangsa Papua Barat, yang didalamnya termasuk, hak menentukan nasib sendiri (Self-Determination), berdasarkan prosedur Hukum HAM Internasional.
  • C. Sifat Dasar Organisasi OPM-TPN Papua Barat
  • Bahwa, TPN-OPM adalah organisasi yang dapat lahir berdasarkan misi pembelaan atas Hak-Hak Asasi Manusia, yang terutama memperjuangkan hak-hak bangsa Papua Barat;
  • Bahwa, TPN-OPM adalah organisasi yang dapat lahir berdasarkan kasih terhadap umat Tuhan yang hidup dibawah tekanan dan kematian serta pemusnahan, dari kejahatan oleh bangsa colonial Republik Indonesia;
  • Bahwa, TPN-OMP adalah organisasi pembebasan bangsa Papua Barat, dari tangan terorisme oleh bangsa colonial Republik Indonesia.
D. Sifat Dasar Perjuangan TPN-OPM Papua Barat
Bahwa, Sifat dasar perjuangan TPN-OPM adalah permanen dan kontinuitas Artinya, TPN-OPM tetap berjuang terus sampai Papua Merdeka dan berdaulat penuh, sebagai bangsa-bangsa lain di muka bumi.
E. Prinsip Dasar Perjuagan TPN-OPM Papua Bara
  • Bahwa, karena tidak mengakui “Aneksasi Papua Barat kedalam wilayah NKRI pada tanggal 1 Mei 1963”, melalui invasi Militer Indonesia dibawah pengawasan UNTEA, yang telah melanggar hak-hak bangsa Papua Barat;
  • Bahwa, karena tidak mengakui “ Pelaksanaan PEPERA 1969 di Papua Barat,” yang pada dasarnya penuh rekayasa dan manipulasi dengan jalan terror serta intimidasi terhadap orang Papua asli, melalui operasi-operasi militer oleh TNI, sesuai pernyataan Purn. Letjen Sintong Panjaitan dalam bukunya yang berjudul “Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando”, yang dapat diterbitkan Maret 2009 lalu;
  • Mengakui bahwa bangsa Papua Barat adalah rumpun Melanesia ras Negrita;
  • Mengakui bahwa bangsa Papua Barat tidak memiliki hubungan apapun serta nasionalisme dengan orang Indonesia, yang mayoritas rumpun melayu Asia, sebagai mana dapat dikatakan oleh Kapolda Papua (Irjen Pol. Bekto Suprato) dalam materinya dapa tanggal 5 Juli 2011, dalam acara Konferensi Perdamaian Papua yang diselenggarakan oleh JDP di aula UNCEN Abepura Papua;
  • Bahwa, berdasarkan ke empat poin dalam bagian prinsip dasar perjuangan TPN-OPM di atas, maka tidak ada kata kompromi ataupun tidak ada kata menyerah, kepada bangsa colonial Republik Indonesia;
  • Bahwa, oleh karena itu TPN-OPM bersama rakyat bangsa Papua Barat berjuang terus sampai memperoleh kemerdekaan dari tangan colonial Republik Indonesia.
F. Dasar Pelaksanaan Pejuangan Revolusi TPN-OPM Papua Barat
  • Bahwa, Tuhan Jesus adalah Tokoh Agung SEPARATIS DUNIA yang memisahkan bumi dari kelap ke terang, maka TPN-OPM telah dan sedang berjuang demi menghormati karya-Nya;
  • Bahwa, Tuhan Jesus juga adalah seorang Pemimpin Revolusioner Sejati PEMBEBASAN umat Manusia di muka bumi, maka TPN-OPM melaksanakan revolusi dengan mengikuti teladan-Nya, demi membebaskan umat-Nya (Bangsa Papua Barat) dari tangan kolonialisme Pemerintah Republik Indonesia;
  • Bahwa, TPN-OPM sangat menghormati kedua hukum Tuhan Jesus ini, maka telah, sedang dan terus melaksanakan perjuangan melalui revolusi kerilya maupun revolusi total nanti, sampai Papua berdaulat penuh dari tangan Pemerintah colonial Republik Indonesia.
  • G. Pernyataan Resmi TPN-OPM Papua Barat
Bahwa, dengan argumentasi yang sangat mendasar dari bagian “A sampai F” diatas, maka TPN-OPM atas nama bangsa Papua Barat menyatakan:
  1. Bahwa, mendesak kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa agar segera mengkaji ulang atas kesalahan yang telah buat dalam proses aneksasi Papua Barat dari UNTEA kepada Pemerntah Republik Indonesia, dari sejak New York Agreement 15 Agustus 1962 dan penyerahan administrasi Papua Barat kepada Indonesia pada 1 Mei 1963 serta pelaksanaan PEPERA 1969 dengan berpedomankan pada kajian Akademisi Belanda (Prof.P.J. Drooglever) dengan bukunya yang berjudul “The Act of Free Choice 1969 in West Papua” dan segera melaksanakan Referendum bagi bangsa Papua Barat sesuai prosedur hukum Internasioal;
  2. Bahwa, mendesak kepada Pemerintah Amerika Serikat yang sekarang (dibawah Kepemimpinan Presiden Husein Barak Obama), agar segera mengkaji kesalahan Para Tokoh pendahulunya dalam manuver politik mereka, yang mana memihak menguntungkan Indonesia dan mengorbankan hak-hak bangsa Papua Barat dalam sangketa konflik politik Papua Barat, antara Pemerintah Belanda dan Pemerintah Indonesia dari tahun 1962-1969;
  3. Bahwa, mendesak kepada Pemerintah Kerajaan Belanda agar segera mengambil sikap dan memberikan dukungan dalam perjuangan bangsa Papua Barat, yang sedang didorong oleh IPWP melalui jalur politik dan ILWP melalui jalur hukum, yang puncaknya akan menyelenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi oleh International Lawyers for West Papua di kota London, UK, dengan thema sentral “Konferensi Internasional ILWP Jalan Menuju Kemerdekaan Papua Barat”.
  4. Bahwa, mendesak kepada pemerintahan baru Indonesia (dibawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono), agar segera mengkaji kesalahan Para Tokoh pendahulunya, yang mana telah dapat mengklaim bahwa Papua Barat adalah satu-kesatuan integral yang tak terpisahkan dari wilayah NKRI, yang akibatnya mengorbankan dan atau mengabaikan hak-hak asasi bangsa Papua Barat, untuk berdaulat penuh seperti bangsa-bangsa lain di muka Bumi. Dalam hal ini dipertegas lagi agar dengan bijaksana dan arif Pemerintah Republik Indonesia harus dan wajib minta maaf kepada bangsa Papua Barat, dan selanjutnya memberikan kemerdekaan penuh yang berdaulat. Dengan kebaikan inilah, Pemerintah Indonesia akan dihargai oleh Pemerintah-Pemerintah Anggota PBB dan masyarakat Internasional. Ingat, hal ini sangat penting demi terciptanya perdamaian dunia dan harga diri bangsa Indonesia.
  5. Bahwa, jika pernyataan poin 1 sampai dengan poin ke 4 tidak dapat dilaksanakan oleh masing-masing Pemerintah serta oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, maka TPN-OPM bersama seluruh komponen rakyat bangsa Papua Barat siap melaksanakan revolusi total dan siap lawan TNI/POLIRI, dengan dasar Jesus menjadi Perisai bagi bangsa Papua Barat dalam pertempuran, Amen.
Demikian Pernyataan Resmi TPN-OPM ini dikeluarkan dari MABES TPN/OPM di Tingginambut, Puncakjaya Papua, atas nama bangsa Papua Barat, untuk menjadi perhatian dan dapat dilaksanakannya Terimaksih atas perhatian anda.
Tingginambut Juli 2011
Panglima Komando Revolusi Nasional Papua Barat TPN/OPM
ttd ttd
Gen. Goliatah N. Tabuni Gen. Antonius Tabuni
Panglima Sekjen

The national liberation army of west papua Komando markas pusat

Written By MELANESIA POST on Senin, 11 November 2013 | 11/11/2013 10:04:00 PM



TENTARA PEMBEBASAN NASIONAL PAPUA BARAT
ORGANISASI PAPUA MERDEKA (TPN-OPM)
the national liberation army of west papua
Komando markas pusat
———————————————————————————-Address: Wanum, West Papua. Phone: +6281344327097. Website : http://www.wpnla.nrt, E-mail :  office at wpnla.net
—————————————————————————————————————————————————–
Hal: Surat Terbuka TPN-OPM Per Agustus 2013
Kepada Yth:
Jurnalis Internasional & Nasional Indonesia Serta Masyarakat Papua Barat
Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN), Organisasi Papua Merdeka secara Resmi menyampaikan kepada semua rekan-rekan Jurnalis Indonesia, baik Media local dan Media Nasional, serta masyarakat bangsa Papua Barat agar perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
Pertama, silakan mempelajari article yang telah diposting oleh Admin WPNLA pada tanggal 6 June 2013 dengan topic WPNCL Dibentuk Dengan Dalih TPN-OPM Adalah Organisasi Teroris. Artinya, Jonah Wenda mengklaim diri sebagai JUBIR TPNPB tanpa sepengetahuan mayoritas Pimpinan dan Anggota TPN-OPM murnih yang berjuang di dalam Negeri Papua Barat.

Dalam hal ini TPN-OPM murnih yang berjuang di Dalam Negeri Papua Barat menolak tegas, karena dasar pembentukan WPNCL yang tidak benar dan diskriminatif serta mendiskreditkan TPN-OPM yang berjuang benar Dalam Komando Nasional, dibawah Pimpinan Gen. Goliat Tabuni, sebagaimana dapat diuraikan pada article yang telah dilangsir dan published pada tanggal 6 June 2013 pada Websitenya TPN-OPM.
Untuk membuktikan silakan kunjungi atau acces link location yang TPN-OPM cantumkan dibawah ini:
WPNCL Dibentuk Dengan Dalih TPN-OPM Adalah Organisasi Teroris, Please Click on the Link Location-http://www.wpnla.net/wpncl-dibentuk-dengan-dalih-tpn-opm-adalah-organisasi-teroris.html/.
Kedua, banyak organisasi yang mengatas-namakan pejuang pembebasan bangsa Papua Barat seperti WNPCL, KNPB, PNWP dan NFRPB hanya untuk memanfaatkan rakyat Papua Barat untuk mencari dana, dan TPN-OPM menolak tric-tric kotor mereka, yang telah dan sedang di jalankan mereka.
Ketiga, TPN-OPM mempunyai data bahwa Jonah Wenda adalah mitra Kerja dengan pihak Polda Papua, yang mana telah melakukan perjanjian kerja sama pada tahun 2009. Perjanjian ini telah dilakukan setelah Jonah Wenda ditangkap di Sorong sebagai JUBIR TPNPB, dengan dokumen lengkap, kemudian selanjutnya telah digiring ke Polda Papua.

Keempat, Latar belakang pembentukan WPNCL dapat kita lihat, dideklarasikan di Vanuatu pada Tahun 2006 Dengan Dalih TPN-OPM adalah Organisasi Teroris, sama persis dengan trik-trik yang telah gunakan oleh Tokoh-Tokoh Prakarsa WPNA di Wewak, PNG pada tahun 2004. Hal ini terungkap oleh saksi yang pernah hadir dalam Deklarasi WPNCL di Vanuatu. Pengakuan saksi ini pada Bulan Februari 2013 kepada anggota jaringan TPN-OPM, bahwa Tokoh-tokoh yang telah memprakarsai Deklarasi WPNCL adalah orang-orang yang sama, yang mana telah prakarsa Kongres 2004 di Wewak, PNG. Yaitu, Mr. Jacob Rumbiak, Mr. Edison Waromi, Mr. Stepanus Paigy, Mr. Kaliele, Mr. Sonny Mosso, Mr. Theryanus Yoku, Mr. Herman Wanggai, Mr. Jonah Wenda dll.

Kelima, PNWP bentukan Bukhtar Tabuni, dapat membeli rumah di Perumnas Jayapura, padahal tidak punya pekerjaan. Hanya tipu-tipu rakyat Papua dengan ajak-ajak rakyat melakukan unjuk rasa dengan trik-trik untuk perjuangkan Papua merdeka. Kemudian minta-minta uang dijalanan dan kepada pejabat. Agar tidak kentara, pura-pura turun kejalanan, dan taunya uang lebih banyak buat dia. Setelah unjuk rasa mabuk-mabuk dengan perempuan di bar-bar.

Pernyataan
Itu sebabnya, pada kesempatan ini, TPN-OPM yang bergabung dalaam Komando Nasional dibawah Pimpinan Gen. Goliath Tabuni, dari Markas Pusat menegaskan bahwa:

1. TPN-OPM yang berjuang benar telah bersatu dalam Komando Nasional, melalui KTT di Biak dan sekarang dalam proses mengatur atau menata struktur serta Manajemen Organisasi Sayap Militer OPM;
3. Jonah Wenda dan Benny Wenda dengan WPNCL-nya, Bukhtar Tabuni dengan PNWP, Forkorus Yaboisembut dengan NFRPB, dan Selpius Bobii dengan Front Pepera PB, hanya untuk cari-cari uang dengan menjual-jual rakyat Papua.

4. Karena itu TPN-OPM Dalam Komando Nasional, dibawah Pimpinan Gen. Goliat Tabuni, menegaskan untuk tidak mau ditipu-tipu oleh Jonah Wenda, Benny Wenda, Buktar Tabuni, Forkorus Yaboisembut, dan Selpius Bobii, dan kepada anggota TPN-OPM yang masih setia dibawah Pimpinan Gen. Goliat Tabuni, untuk menangkap dan membunuh orang-orang yang suka tipu rakyatnya senidiri.

5. Hanya tipu-tipu rakyat WPNCL akan masuk MSG untuk bantu Papua merdeka. Perjuangan Papua merdeka harus dari dalam negeri, masuk hutan dan bergerilya. Perjuangan di luar negeri hanya akal-akalan orang-orang yang baru lahir, seperti Jonah Wenda, Benny Wenda, Buktar Tabuni, Forkorus Yaboisembut, dan Selpius Bobii, agar bisa jalan-jalan ke luar negeri dan untuk dapatkan uang.

Related News:
Pernyataan Kepala Staf Umum (KASUM) TPNPB-OPM http://www.wpnla.net/pernyataan-markas-p…
Demikian, surat terbuka dan pernyataan TPN-OPM ini di buat di Markas Pusat dan dikeluarkan dari bagian Penyerang dibawah Kendali Kepala Staf Umum TPN-OPM Tuan Teryanus Satto, guna menjadi perhatian oleh semua Jurnalis dan dapat dilaksanakannya. Atas perhatian Anda kami sampaikan terima kasih.
Dikeluarkan : Di Markas Pusat
Pada Tanggal : Agustus 2013
A.N. Panglima Tinggi TPN-OPM
Kepala Staf Umum
ttd
TERYANUS SATTO
NRP. 7312.00.00.003

Sebuah Win Papua Barat Dalam Melanesia

Written By MELANESIA POST on Sabtu, 09 November 2013 | 11/09/2013 10:18:00 AM


The Win West Papua In MSG
Sebuah Win Papua Barat Dalam Melanesia
Oleh Jason MacLeod

Ada jalan panjang untuk pergi - tetapi pengakuan di Indonesia push kemerdekaan Papua Barat pada pertemuan regional pekan lalu adalah terobosan . Jason MacLeod menjelaskan mengapa

Papua Barat baru saja memenangkan sebuah kemenangan yang luar biasa di Melanesia Spearhead Group ( MSG ) pertemuan di Noumea .

Ketika kepala pemerintahan dan terhormat orang dari negara-negara Melanesia berkumpul untuk pertemuan tahunan MSG pada akhir Juni , item yang paling menonjol dalam agenda adalah keanggotaan Papua Barat . Itu adalah hasil dari beberapa 18 bulan bekerja dengan John Otto Ondawame , Rex Rumakiek , Andy Ajamiseba dan Paula Makabory , kelompok koordinasi dari Koalisi Nasional Pembebasan , sebuah kelompok payung Papua Barat untuk organisasi perlawanan di dalam dan luar negeri Papua Barat .

Pada pertemuan tersebut , perwakilan pemerintah Indonesia ( baru-baru ini diberikan status pengamat oleh MSG ) secara terbuka mengakui bahwa Papua Barat telah menjadi masalah internasional . Hal ini sangat signifikan , karena puluhan tahun pemerintah Indonesia telah menegaskan bahwa Papua Barat adalah masalah internal. Jakarta telah berulang kali menolak semua tawaran bantuan internasional untuk menyelesaikan konflik .

Namun, seperti dicatat oleh delegasi Papua Barat , pemerintah Indonesia sangat menyadari bahwa anggota MSG telah berhasil mensponsori masa lalu mendorong dekolonisasi di Vanuatu , Timor Timur, Kanaky ( Kaledonia Baru ) dan sekarang Ma'ohi Nui ( Polinesia Prancis yang meliputi Tahiti ) .

Dalam sebuah pernyataan resmi, Koordinator Politik , Hukum dan Keamanan Menteri Pemerintah Indonesia , Djoko Suyanto mengundang MSG " menteri luar negeri untuk berkunjung ke Indonesia untuk mengamati pembangunan Indonesia pada umumnya , yang juga mencakup kebijakan pemerintah tentang percepatan pembangunan di Papua dan Papua Barat " . Para menteri senior mengatakan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menyetujui rencana tersebut .

Pemerintah negara-negara Melanesia - Papua Nugini , Vanuatu , Fiji , Kepulauan Solomon , dan FLNKS ( Front de Liberation Nationale Kanak et Socialiste , Sosialis Front Pembebasan Nasional Kanaky , koalisi empat mayat pro-kemerdekaan ) - kemungkinan akan berkunjung ke Indonesia pada sekitar enam bulan , tergantung pada negosiasi dengan Pemerintah Indonesia .

Secara kolektif bangsa MSG bisa memaksa Papua Barat kembali ke daftar negara yang belum decolonised , sehingga membuatnya perhatian dari Komite Dekolonisasi PBB . Bahwa mereka telah mengundang lima pemerintah asing untuk melihat situasi di dalam Papua Barat menunjukkan betapa khawatirnya mereka .

Jika mereka melakukan perjalanan ke Papua Barat , para menteri luar negeri harus menentukan siapa yang mewakili rakyat Papua Barat : Pemerintah Indonesia , Republik Federal Papua Barat atau Koalisi Nasional Papua Barat . MSG mengambil itu atas diri untuk memutuskan hal ini pada desakan dari Commodore Vorenqe Bainimarama , kepala pemerintahan militer Fiji , dengan dukungan dari Sir Michael Somare dari Papua Nugini . Aplikasi Barat Nasional Koalisi Papua untuk mendapatkan baik pengamat atau status anggota di MSG ditangguhkan setelah intervensi - menit terakhir oleh Papua Barat pengasingan Jacob Rumbiak , yang bersikeras mereka bukan wakil yang sah dari rakyat Papua Barat.

Semua ini membuat enam bulan ke depan memang sangat menarik .

Beberapa hal yang kita dapat memprediksi dengan probabilitas tinggi . Pertama , pemerintah Indonesia akan berupaya untuk menyuap para pemimpin politik Melanesia . Dengan korupsi yang endemik di banyak negara Melanesia , lemahnya supremasi hukum , berbagai tingkat kebebasan media dan kepentingan ekonomi dan politik vested dipertaruhkan , mereka dapat berhasil . Tentu saja orang Papua tidak akan pernah mampu bersaing dengan kemurahan Indonesia .

Pemerintah militer Bainimarama sudah memiliki hubungan erat dengan pemerintah Indonesia sehingga ia akan tidak mungkin untuk batu perahu . Tanpa kebebasan pers atau demokrasi di Fiji akan jauh lebih sulit bagi orang-orang Fiji bersikeras bahwa Papua harus menjalani kehidupan mereka keluar dari bawah sepatu yg tingginya di atas lutut Indonesia .

Papua Nugini sangat rentan . Beberapa Papua New Guinea politisi , terutama Sir Michael Somare , yang berinvestasi dalam penebangan , perkebunan kelapa sawit , dan jaringan supermarket dengan pemerintah dan militer Indonesia . Politisi PNG lain akan khawatir tentang ketidakstabilan di sepanjang perbatasan bersama dengan Papua Barat . Militer Indonesia telah berulang kali menyeberang ke Papua Nugini wilayah dalam mengejar pembangkang Papua, termasuk aktivis non-kekerasan mencari perlindungan . Itu bisa bermain dalam dukungan untuk demiliterisasi Papua Barat , posisi yang didukung oleh beberapa politisi di PNG .

Kepulauan Solomon juga rentan terhadap pengaruh Indonesia . Dari semua negara Melanesia , Solomon memiliki tingkat terendah kesadaran pendudukan pemerintah Indonesia di Papua Barat . Mereka adalah situs kepentingan penebangan besar Indonesia dan Malaysia .

Karena itu , harus dicatat bahwa Gordon D. Lilo , Perdana Menteri Kepulauan Solomon , mengatakan kepada anggota dari Koalisi Nasional Papua Barat untuk Pembebasan bahwa " kasus Papua Barat adalah masalah dekolonisasi tidak lengkap , telah berlangsung terlalu panjang , melainkan harus diselesaikan sekarang " .

Pemerintah Vanuatu dan FLNKS akan jauh lebih tanggap terhadap tawaran Indonesia . Di Vanuatu tahun lalu pemerintah itu dibatalkan sebagian besar atas kemarahan pada saat itu hubungan dekat Perdana Menteri Sato Kilman dengan pemerintah Indonesia . Perdana Menteri saat ini, Moana Carcases Kalosil , adalah pendukung kuat kemerdekaan Papua Barat . Para FLNKS juga mengikat nasib politik mereka sendiri dengan perjuangan Papua Barat untuk menentukan nasib sendiri melalui kerangka solidaritas Melanesia .

Kita juga dapat menjamin bahwa pemerintah Australia dan Selandia Baru akan roda keluar mantra lelah mereka bahwa mereka " mendukung integritas teritorial pemerintah Indonesia " . Dalam sebuah artikel di edisi Juni Strategi Bulanan sesepuh Hugh Putih direkomendasikan Pemerintah Australia membuang keprihatinan apapun untuk hak asasi manusia di Papua Barat yang mendukung kepentingan ekonomi dan politik .

Tapi menteri dari kedua sisi Tasman secara pribadi mengakui bahwa pengaruh mereka terhadap kebijakan luar negeri di Indonesia Papua Barat telah surut . Pertemuan MSG di Noumea jelas menunjukkan betapa relevan Australia dan Selandia Baru kebijakan luar negeri di Papua Barat telah menjadi dan berapa banyak MSG yang jatuh tempo sebagai badan politik regional .

Namun, ketegangan akrab antara kelompok-kelompok perlawanan Papua Barat keluar selama pertemuan Noumea . Garis patahan utama , diekspos oleh sebuah artikel di bisnis Island, adalah antara Koalisi Nasional Papua Barat untuk Pembebasan dan Republik Federal Papua Barat , yang keduanya mengklaim sebagai wakil sejati rakyat Papua .

Baik Koalisi Nasional dan Republik Federal diterapkan untuk menjadi anggota MSG . Perwakilan dari Koalisi Nasional yang berbasis di Vanuatu dengan akses mudah ke sekretariat MSG di Port Vila , tapi kepemimpinan Republik Federal di penjara , dihukum tiga tahun penjara untuk deklarasi bermartabat dan tanpa kekerasan kemerdekaan pada tanggal 19 Oktober 2011. Dialog antara dua kelompok dimengerti sulit.

Ketika Forkorus Yaboisembut , Presiden Republik Federal Papua Barat belajar aplikasi Koalisi Nasional awal tahun ini , ia menulis kepada Direktur Jenderal MSG . Dalam surat itu , Yaboisembut anggun menarik aplikasi , mengatakan :

" Sebaliknya kita meminta surat itu dilihat hanya sebagai surat dukungan dari Papua Barat untuk permohonan [ Koalisi Nasional ] Keanggotaan MSG dan sebagai sarana memperkenalkan Republik Negara Federal Papua Barat untuk MSG untuk tujuan masa depan . "

Ini , dan fakta bahwa untuk waktu yang singkat pada akhir 2010-2011 kedua kelompok adalah bagian dari struktur pengambilan keputusan bersama , menunjukkan bahwa kerjasama tidak melampaui wilayah kemungkinan .

Papua sekarang memiliki enam bulan untuk mendapatkan rumah mereka dalam rangka . Ini mungkin melibatkan koalisi politik antara kelompok-kelompok perlawanan , seperti model yang sukses di Timor Timur dan Kanaky , atau penyatuan bawah visi bersama yang mirip dengan Piagam Kebebasan Nasional Kongres Afrika.

Ketika para menteri luar negeri dari Melanesia Spearhead Group melakukan mengunjungi Papua Barat mereka akan didampingi oleh media internasional - kemenangan bagi orang Papua yang telah lama menuntut negara mereka dibuka untuk media asing .

Jika , di sisi lain , pemerintah Indonesia menekankan pada menjaga wartawan keluar selama kunjungan MSG , mereka hanya akan memperkuat persepsi internasional bahwa mereka sebenarnya memiliki sesuatu yang disembunyikan .

Either way, orang Papua , seperti Timor Timur sebelum mereka yang dimobilisasi ketika Paus Yohanes Paulus II mengunjungi pada tahun 1989 , akan memanfaatkan kesempatan ini untuk mendaftarkan mereka berteriak minta kebebasan dalam jumlah tidak pernah terlihat sebelumnya .

Seperti panggilan dapat didengar lebih jauh dari Papua Barat , yang telah menjadi isu politik yang eksplosif di Melanesia . Hubungan antara Papua dan mereka Melanesia kerabat lebih dekat dari sebelumnya , apa yang terjadi jika warga Papua Nugini , Vanuatu , Fiji , Kepulauan Solomon dan Kanaky naik dan bersikeras bahwa pemimpin mereka mendukung Papua Barat ? Menjungkirbalikkan pemerintahan Sato Kilman di Vanuatu adalah kisah peringatan .

Bagaimana negara Indonesia akan bereaksi ? Mereka kemungkinan akan menunjuk ke uang yang mereka telah dituangkan ke Papua Barat - manfaat yang telah pergi terutama untuk perusahaan-perusahaan transnasional dan elit Papua , sambil terus memiskinkan masyarakat adat . Mereka akan berargumentasi bahwa Papua Barat adalah negara demokrasi , bahwa Papua dipilih oleh rakyatnya sendiri . Hal ini benar , tetapi pemerintah Indonesia menolak orang Papua hak untuk membentuk partai politik mereka sendiri . Pada kenyataannya Papua Barat merupakan wilayah jajahan memerintah dari Jakarta .

Papua tahanan politik mengisi penjara , bukti kebocoran penyiksaan sistemik keluar , dan tubuh Papua dibunuh oleh polisi dan militer tumpukan atas ( seperti dugaan pembantaian 40 warga Papua di daerah terpencil Puncak Jaya dalam beberapa bulan terakhir ) .

Akhirnya , pemerintah Indonesia akan memanggil perbedaan pendapat terorisme Papua atau taktik asing yang dipimpin . Ini bentuk propaganda adalah resort terakhir dari semua penguasa otoriter . Tokoh militer Indonesia resmi mengatakan jumlah gerilyawan bersenjata sedikit lebih dari 1000 pejuang penuh waktu , kebanyakan dari mereka tidak aktif . Di sisi lain , jumlah gerakan tanpa kekerasan puluhan ribu dan mereka berada di jalanan setiap minggu , jika tidak setiap hari. Gerakan kemerdekaan Papua Barat adalah pemberontakan sipil berbasis non-kekerasan melawan berlanjutnya kekuasaan Indonesia .

Pemerintah Indonesia tidak bisa lagi dipercaya menjadi khawatir bahwa Papua Barat , seperti Timor Timur sebelum , akan menjadi isu internasional. Sudah terlambat untuk itu . Papua Barat telah menjadi isu internasional.

Dalam enam bulan ke depan pekerjaan Jakarta akan menegakkan ketaatan orang Papua ' ketika mencoba untuk meminimalkan represi . Tugas Papua adalah melemahkan legitimasi pemerintah Indonesia dan meningkatkan biaya politik dan ekonomi dari pendudukan . Taruhannya tinggi tetapi potensi pahala besar: kebebasan.